Sedu Sedan Pujangga

Bahasa bangsa sudah termakan
Bidang bidal digadaikan
Kalam dipendek-pendekkan
Madah Barat dituhankan

Orang sekarang berparangkan lidah
Jari jemari ligat mengirai kata padah
Pena pula tumpul terludah
Tinta pula bertumpah

Ditampalnya tata kata dengan terma
Diplomasi, demokrasi dan dilemma
Alasan uban semakin putih
Buana semakin canggih

Mana hilangkah bahasa nenda
Ritma akhir serupa kian pupus
Pantun gurindam habis dilupus
Sajak syair disimpan dikamus
Sepatah pun tak dirukun

Kelak nanti pujangga nestapa,
Jangan kau tanya lagi mengapa!

Kredit: Rasywarya

Comments